Prolog Winter In Tokyo Ilana Tan

July 31, 2012 at 2:51 pm 3 comments

http://panggilsayabella.files.wordpress.com/2012/03/winter.jpg

Prolog

 
Ia menyesap minumannya pelan dan memandang ke luar jendela. Salju mulai turun
lagi. Ia berdiri di sana beberapa saat, memandangi butiran salju yang melayang-layang
di luar.
 Ada yang hilang.
 Keningnya berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang. Ia tahu benar ada sesuatu
yang hilang. Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu. Dan apakah sesuatu yang
hilang itu penting atau tidak.
 Ia menarik napas dalam-dalam. Yah… mungkin bukan sesuatu yang penting.
 Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan. Aula
besar itu mulai ramai. Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan
mengobrol. Seorang kenalannya tersenyum dan melambai ke arahnya. Ia balas
tersenyum dan mengangkat gelas.
 Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu.
 Orang itu baru memasuki ruangan. Matanya tidak berkedip mengamati orang itu
menyalami beberapa orang sambil tersenyum lebar. Aneh… Ia menyadari dirinya tidak
bisa mengalihkan pandangan.
 Ia melihat orang itu mengambil segelas minuman dari meja bulat bertaplak putih
sambil bercakap-cakap dengan seseorang yang berdiri di sampingnya. Kemudian orang
itu mengangkat wajah dan memandang ke seberang ruangan. Tepat ke arahnya.
 Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti.
 Aneh sekali. Otaknya tidak mengenal orang itu. Ia yakin ia tidak mengenal orang
itu. Tetapi kenapa sepertinya hatinya berkata sebaliknya?
Kenapa hatinya seakan berkata padanya bahwa ia merindukan orang itu?

 

itulah yang dirasakan Nishimaru Kazuto saat bertemu dengan Ishida Keiko di pesta reuni SMP Kazuto setelah ia mengalami amnesia, setengah dari ingatannya hilang. terutama satu bulan terakhir setelah ia pindah ke Tokyo.

 

Winter in Tokyo adalah satu novel dari keseluruhan novel four seasonnya Ilana Tan yang menurut saya keren dan WOWW banget karena alur cerita yang luar biasa, penggambaran setting yang begitu nyata, yang pastinya membuat kita semua bertanya-tanya “apakah Ilana Tan sudah pernah datang langsung ke semua tempat yang ia tuliskan dalam novelnya tersebut?”
 jika belum, maka sulit di percaya, karena semua latar, tempat, dan segala hal dalam novelnya begitu nyata dan membawa imajinasi kita kepersimpangan antara nyata dan hayalan.

saya pribadi saat membaca ke empat novel Four Seasons (Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo dan Spring In London), merasa bagaikan menyaksikan setiap kejadian dalam novel ini dengan mata kepala saya sendiri.

^_^

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Latihan Corel Draw Sunah Rasul dan Kedokteran

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis

Farida

Faridatul Aulia

Recent Posts

Blog Stats

  • 449,335 hits

Tamu Special

free counters

Tanggalan

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

My Top Fans

Waktu


%d bloggers like this: