Alur Kerja dalam Membuat PO (Purchase Order)

November 13, 2012 at 4:05 pm 12 comments

saat ini saya sedang menjalankan Praktik Industri atau yang lebih di kenal dengan istilah PKL atau Magang di sebuah perusahaan di daerah Gunung Putri Bogor.

selama hampir 1 bulan PI di sana saya mendapatkan banyak ilmu baru, salah satu ilmu baru yang saya dapat adalah mengenai Purchase Order (PO).

awalnya saya hanya tau kepanjangan dari PO adalah Purchase Order namun tidak tau apa sih sebenarnya Purchase Order itu. nah, dari apa yang saya dapatkan saya mengambil kesimpulan bahwa Purchase Order adalah selembar kertas tertentu yang di buat dan diterbitkan oleh divisi Purchasing dalam sebuah perusahaan dengan tujuan agar kertas tersebut di terima oleh vendor atau supplier demi memenuhi kebutuhan barang/alat yang dimaksudkan dalam PO tersebut.

 

alur PO di perusahaan tempat saya PI saat ini adalah, sebuah divisi atau bagian menerbitkan RF (Request Form) dan diberikan kepada Purchasing, lalu oleh divisi Purchasing di buatlah PO dengan konten sesuai dengan yang tertera pada RF. setelah PO tersebut di tandatangai oleh Purchasing Staff dan Purchasing Manager, maka PO tersebut pun di Faks. kepada Vendor atau Supplier yang dituju, setelah PO di faks. maka Purchasing Staff yang bertugas mengurusi PO tersebut mem-follow up apakah PO tersebut sudah di terima atau belum oleh Vendor?

jika sudah maka, PO tersebut di beri cap sebagai tanda bahwa PO tersebut sudah di kirim dan di terima oleh Vendor yang di maksud, setelah itu maka PO di copy 2 kali, yang asli untuk Finance, dan yang copy, 1 untuk divisi yang mengeluarkan RF dan copy 1 lagi di filling sebagai arsip milik Purchasing.

Entry filed under: base on my mind. Tags: , , , , .

Menanti Kepastian Praktik Industri belajar bahasa Inggris

12 Comments Add your own

  • 1. tahilalat25  |  November 14, 2012 at 12:47 pm

    wiss mantappp

    Reply
  • 8. yunus  |  September 24, 2014 at 10:18 am

    mantap nih pengalamannya

    Reply
  • 9. andreansyah  |  January 3, 2015 at 11:44 am

    klau mau usaha jadi suplayer ke perusahaan jd harus ketemu sama bagian purcasing doung y?????

    Reply
  • 11. aldino farno  |  May 4, 2015 at 10:41 am

    Kalau saya… masi ribet nihh sementara blom ada PT atau CV
    Nyari job freelance aja gituu..kadang2 repot nihh !

    Reply
    • 12. Faridatul Aulia  |  May 19, 2015 at 9:25 am

      coba saja update informasi lowongan kerja di job loker.
      atau banyak menghubungi teman yang sudah bekerja. semoga ada informasi. perbanyak link

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Penulis

Farida

Faridatul Aulia

Recent Posts

Blog Stats

  • 449,335 hits

Tamu Special

free counters

Tanggalan

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

My Top Fans

Waktu


%d bloggers like this: